MayDay, Buruh Cirebon Belum Merdeka Apalagi Sejahtera

Tanggal 1 Mei atau May Day, adalah hari sangat istimewa bagi buruh karena didalamnya ada peristiwa penting yang merupakan titik tolak tonggak perjuangan buruh sedunia, seluruh barisan buruh yang hampir di seluruh dunia memperingati peristiwa tersebut, dan gaungnya pun tak terkecuali telah terdengar di Kabupaten Cirebon ini. 

Perjuangan dan pengorbanan yang digagas dan dilakukan oleh barisan buruh waktu itu telah memberikan inspirasi dan semangat juang yang tak terlupakan. Keteguhan sikap, pengorbanan serta disiplin dalam perjuangan yang menggelora membuahkan hasil yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan buruh di seluruh dunia saat ini dan tak terkecuali di Kabupaten Cirebon. 

Akan tetapi, FEDERASI SERIKAT PEKERJA SINGAPERBANGSA (FSPS) berpandangan lain dengan apa yang terjadi di Kabupaten Cirebon ini bahwa nasib buruh hingga saat ini masih dibawah penderitaan yang semakin mendalam. 

Dimana buruh di Kabupaten Cirebon semakin mengalami penindasan dan penghisapan yang sangat berat, beban penindasan dan penghisapan yang dialami buruh diKabupaten Cirebon semakin diperparah akibat dari ketidakberdayaan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dalam menjalankan dan menegakkan undang-undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan guna melindungi dan mensejahterakan buruh didaerahnya. 

Hampir seluruh sekema kebijakan DPRD, Bupati, maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon sendiri tidak mampu menyentuh sendi-sendi kesejahteraan kaum buruh, hingga nyaris selama ini mereka hanya mampu melahirkan perampasan upah, tidak adanya kepastian kerja, tidak disertakan dalam progam BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaan, serta hak-hak normatif yang masih terampas, dan semua hal tersebut dilakukan semakin intensif, masif dan nyata. 

Hal ini disebabkan oleh karena seluruh kebijakan DPRD maupun Disnaker Kabupaten Cirebon hanya merupakan manifestasi atau pelaksana dari seluruh skema dan kebijakan Pemerintah Daerah yang Pro Pengusaha, agar Imperialis pengusaha dapat meraup keuntungan setinggi-tingginya dengan cara menekan buruh atau bahkan menindasnya, dengan demikian pemerintah Kabupaten Cirebon dapat mempertahankan kondusifitas serta dominasinya sebagai daerah yang aman bagi penanam modal diwilayah Provinsi Jawa Barat.

FEDERASI SERIKAT PEKERJA SINGAPERBANGSA (FSPS), melihat berbagai macam bentuk perampasan upah yang dilakukan oleh pengusaha dengan pengabaian pemerintah daerah yang terus berlangsung ini, harus di hadapi oleh buruh itu sendiri dengan cara berserikat baik dengan cara terbuka maupun terselubung. 

Karena seluruh elemen buruh di kabupaten Cirebon ini sudah tidak ada lagi jalan untuk menggantungkan nasibnya pada kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah yang tak lagi mampu menyentuh sendi-sendi kesejahteraan bagi seluruh buruh diwilayahnya. Sehingga seluruh elemen buruh untuk saat ini dan kedepannya harus mampu bermetamorfosis menjadi buruh cerdas yang mampu memperjuangkan nasibnya sendiri secara litigasi khususnya.

DPRD serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menjadi kakitangan rezim Pemerintah Daerah serta Imperialis Penguaha dengan mendukung penuh rejim Bupati dan Para Wakil Rakyat terpilih dalam melakukan liberalisasi penindasan dan perampasan hak-hak normatif buruh, dengan demikian Pemerintah Daerah dengan keputusan tersebut telah memberikan ruang begitu besar terhadap kesewenang-wenangan para pengusaha terhadap buruhnya.

Sehingga dengan keadaan tersebut memberikan kenyataan bahwa buruh di Kabupaten Cirebon saat ini terus berada dalam kubangan penderitaan kemiskinan, penindasan dan penghisapan yang akut akibat masih kuatnya dominasi Imperialisme, feodalisme dan Kapitalis Birokrat (rezim berkuasa) sebagai Boneka dari kaum Imperialis pengusaha.


Atas dasar persoalan-persoalan tersebut maka didalam momentum menyambut peringatan hari buruh (May Day) 1 Mei 2017, FEDERASI SERIKAT PEKERJA SINGAPERBANGSA (FSPS) mengajak seluruh Buruh di Kabupaten Cirebon ini untuk bersama menggalang kekuatan menurunkan seluruh potensi intelektualnya dengan cara belajar menjadi buruh cerdas yang mampu memahami segala penyelesaian alur perselisihan hubungan indutrial baik secara litigasi maupun non litigasi dan mengimplementasikannya didalam lingkungan kita sebagai buruh.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan, dan kami menyerukan kepada seluruh pekerja/buruh untuk terus berjuang melawan segala bentuk skema perampasan upah, peniadaan kepastian status kerja dan pemberangusan serikat buruh, dengan cara memperkuat persatuan dan rasa solidaritas diantara sesama buruh dan rakyat Kabupaten Cirebon.

Cirebon, 27 April 2017
Lakukan dan lupakan

Penulis : Ibnu Sholih

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.